Laman

Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2019

Ngidam Ayam Geprek. Tapi Kehabisan Ayam

di suatu hari yang cukup terik, menjelang waktu zuhur. Muncul lah  rasa ingin menikmati ayam pedas khas salah satu resto punya artis. Membayangkan cabe cabe berataburan diatas ayam sungguh membuat semangat. Tidak pernah lupa apa yang akan terjadi setelah makan ayam mandi cabe itu. Tapi rindu harus diobati, obatnya pertemuan.

Berangkatlah naik motor, bermodal sejumlah uang untuk beli ayam pake cabe ngga pake nasi. Karena nasi udah masak dirumah. Nanti ke restonya, seusai shalat di masjid. Sholat sudah, keluar masjid matahari terik. Paduan khas panas menyengat dan panas cabe pasti akan mengucurkan semangat menggelora.

Hhhm... Vendor ayam potong di sebelah kiri. Kilasan kilasan masa lalu muncul, teringat dengan 36rban bisa mendapat 6 potong ayam cukup. Enam! Iya enam. Kalo beli, paling dapet dua potong. Beruntunglah kamu yang senang memasak. Saya berubah tujuan, sekarang kita ke tukang sayur. Beli cabe dan lalap. 5000 rupiah, saya bawa pulang cabe dan lalap yang ada di angan.

Jadi kenapa tidak langsung beli ayam? Karena ayam itu perlu segar. Kasian bila diajak beli sayur, menerjang gelombang panas tengah hari. Nanti kebahagiaannya luntur. Dengan penuh kepositivan, percaya diri, dan angan-angan tinggi. Memasuki area parkir vendor ayam. Belum turun dari motor pun sudah disapa. Mengajukan pertanyaan yang menunjukkan kesigapan pelayanan. Sebuah praktik pelayanan prima, bahkan sebelum masuk dalam zona pelayanan. Memahami kebutuhan klian sebelum klien menyampaikan apa yang dia mau. Menakjubkan.

Rabu, 09 Januari 2019

First Family Touring ( Vila Sawah Resort by Salak Hospitality)

Keinginan untuk touring bersama keluarga kami wujudkan di bulan lalu. Ngga usah jauh jauh, karena memang naik motor Honda Supra 125 2010. Dan Umar masih 13 bulan. Itu pun milih hotelnya cukup lama. Sampai H-1 baru di booking hotelnya. Karena sedikit galau menegnai konsep wisata keluarga sekaligus babymoon calon anak kedua kami.

Hotel pun dipilih dengan sedikit gambling, konsep jalan jalan kali ini pun menjadi sebuah touring. Karena berhubung tidak ada pinjaman mobil. Kami sortir hotel di traveloka app berdasarkan harga. Meninjau dari foto foto dan review yang tersedia. Kami memutuskan untuk staycation di Vila Sawah Resort. Foto yang menarik dan embel embel " Salak Hospitality" memberikan andil besar pada keputusan kami.

Malam sebelum keberangkatan pun kami sempatkan membeli jas hujan. Karena prediksi cuaca akan Hujan. Apalagi melihat dari prakiraan cuaca, dalam rentang 7 hari Ciawi dan sekitarnya selalu hujan. Jadi aset kami persiapkan, skenario saat hujan pun kami siapkan teorinya. Tidak sempat gladi resik.

Rencana di hari pertama, kami akan ke rumah Bude di Ciawi. Setelah itu lanjut ke Cimory, barulah menuju hotel.

Persiapan berangkat

Senin, 31 Desember 2018

Semangat Merdeka ( lomba di teras rumah)

Semangat berapi api, mengobarkan perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Bermula dari Vacum of Power, polemik golongan tua dan muda. Hingga akhirnya proklamasi bangsa ini di perdengarkan di Jakarta 17 Agustus 1945. Kemudian Negara yang baru berdiri ini digempur agresi militer Belanda. Sebuah upaya dari negara penjajah untuk merebut kembali "Sapi Perah"-nya.  Agresi militer Belanda mampu dihentikan Indonesia melalui drama diplomasi yang memojokkan Indonesia. Memaksa negara baru ini berebut wilayah sesamanya. Sungguh picik Belanda. Dan berujung pada pengakuan kemerdekaan Indonesia tahun 1949.

Loh kok ngga 1945? karena bila mereka mengakui tahun tersebut, maka agresi yang mereka lakukan adalah ilegal. Tapi pengakuan akhirnya dilakukan Belanda, sebuah perubahan pada sejarah. Mereka mengakui kemerdekaan indonesia tahun 1945 pada tahun 2005.

Narasi diatas adalah penggalan sejarah singkat kemerdekaan indonesia. Sekarang, kemerdekaan Indonesia biasanya ada satsu kata yang melekat. lomba. Ya, karena ngga semua orang bisa upacara atau mendengarkan pembacaan proklamasi di dalamnya. Tapi kalo lomba, semua kalangan dominan menikmati. Tapi awalnya gimana ya? Ada yang beredar bila perlombaan ini awalnya adalah bahan tertawaan orang belanda ngeliat pribumi panjat pinang. Sudahlah, ambil serunya saja. kita lomba, bersaing, melucu, bahagia. Dan ini adalah kisah kami di kampung kecil yang terisolir. Berlomba di teras bersama para tetangga dan sanak saudara.






Minggu, 05 Agustus 2018

Impian di Rute Pasar Minggu - Parung - Bogor


Berjarak sekitar 40 km dari rumah ke tempat kerja, memang idealnya naik angkutan umum. Berhubung saya ini kerja dengan tiga shift, memberikan petualangan dan suasana yang berbeda tiap harinya. Jadi terkadang atau sekarang sih cukup sering naik motor bila berangkat kerja. Khususnya saat masuk pagi.

Berangkat pagi naik motor dari Bogor itu memang menyenangkan, karena saat berangkat pun udara masih segar. Paling telat, saya berangkat jam 5 pagi. Jalanan pun masih relatif sepi di setengah perjalanan. Tapi tantangan selanjutnya itu, ketika pulang. Tidak ada lagi udara sejuk dingin, yang ada sinar mentari yang penuh semangat. bersatu padu dengan tiupan debu-debu berpindah-pindah mengikuti angin.

Ini efek teknologi, jadi saya disarankan Google Maps untuk mengambil jalan via Jalan Raya parung. Karena menurut dia jalan ini lebih cepat. Memang terkadang teknologi itu sok tahu, memangnya dipikir jalanan itu kita saja yang make. Memang ngga ada macet? Ya tapi ternyata memang dia itu benar. Relatif lebih cepat. Relatif loh, atau rasa-rasanyalebih cepat.

Mulai pertama kali mencoba, rute work to home via Raya Parung jadi idola. Melintasi wilayah yang cukup maju ekonominya, jadi banyak tempat makan yang mumpuni. Sampai nanti tiba saatnya menyusuri jalan lurus tak berkesudahan di jalan Raya Parung.

Sebagai penikmat batagor, saya mengharapkan ada vendor vendor batagor yang bereputasi baik di sepanjang rute ini. Benar ada, dengan tittle "bandung" yang menjanjikan. Ada dua bahkan. hingga berkali kali purnama terlewati, ada saja yang menghentikan saya bertemu sang pujaan rasa. Hingga hari yang ditunggu pun tiba, di tengah mentari yang kembali semangat.

Tanpa dihalangi hujan atua mendung memberi rasa gelisah, hanya ada saya dengan motor kesayangan dan ratusan meter lagi gerobak batagor nampak. Tepat di depan pintu keluar pom bensin. Walau rasa hangat siang bukan teman terbaik menikmati sajian yang dinanti ini, kecuali dilengkapi bayang bayang pohon yang menutupi.


 Ternyata ini batagor seperti batagor biasa kebanyakan. Hanya tepung dan bumbu di dalam kulit pangsit. Tapi batagor ini tidak sendiri, ada tahu dan otak otak. Otak-otak memberikan sensai rasa amis amis ikan, dan tahu memberikan kesan baik. Kesan yang serasa bila ini makanan yang layak. Karena tahu makanan sehat. Sebuah impian yang kecil, yang diijinkan untuk terwujud. Alhamdulillah.


Sabtu, 28 Juli 2018

Kadang Kita Cuma Bisa Pasrah


Sedikit terengah-engah setelah sedikit berlari mengejar kedatangan kereta. Sebuah upaya hasil  pantauan aplikasi KRL access. Di waktu hampir tengah malam seperti ini, ketinggalan kereta bisa jadi penyesalan tak berujung 😂.

Naik gojek dari Jambo kupi, bercengkrama dan bersilaturahim dengan kawan-kawan layaknya saudara. Sebuah tarif gojek yg mungkin bisa dipangkas setengahnya bila saja ada angkot yg bisa ditumpangi. Tiga angkot berlalu kala menunggu, hingga akhirnya tak muncul lagi.

Sebuah nongs yang tidak terencana. Sejatinya besok pagi ada janji untuk belanja baju Umar, mutlak tidur cukup dibutuhkan agar tidak membuang waktu akibat nambah tidur. Tapi nasib berkata lain. Lagi lagi perjalanan malam ini dimulai karena gojek.

Minggu, 19 April 2015

Run Run Run


pernah lari ? jogging?
biar sehat apa biar kurus?
hobby apa cuma ngikut tren?

mau apapun alasannya, lari itu baik.
belum lama gw mecahin rekor sendiri. saya lari sampe hampir 10km(kayanya), what an achievement! haha.

bertahun-tahun lalu, saya mulai lari itu make sepatu futsal merek specs. Sepatu futsal ini, modelnya flat sole nya. jadi sebenernya kurang bagus buat jogging. Waktu itu lari hampir 4km, dan udahannya kakinya tuh berasa sakit. padahal kalo lari awal awal dulu itu diselingin jalan kalo udah kecapean aatau udah ilang motivasi haha. Dugaan pertama, kaki sakit itu disebabkan kontur sepatu yang kurang baik untuk jogging. ditambah track lari saya itu di jalanan, yang lebih sering ngga rata dan naik turun , terus miring miring.

akhirnya beli sepatu lari merk specs harganya 300rb.(300rb buat bertahun tahun, investasi yg hebat) Punya sepatu baru, bukan berarti jadi sering lari larian. Entah bagaimana, tapi lari nya ngga berpola. kalo cuma mau aja, baru dah lari. tiap abis lari, besok-besoknya ilang motivasi sampe nanti motivasi ada lagi. Sama kaya awal lari, kaki tuh sakit udahannya. Teori saya sih, ilangnya motivasi itu disebabkan trauma tiap abis lari. Karena tiap lari kakinya sakit, tepatnya dibagian telapak. Walaupun sakitnya itu ngga separah awal - awal. tapi memang berasa sakit. Dimasa-masa ini, jarak lari paling jauh sekitar 6km, diselingi jalan dan juga sprint. Yang bikin capek itu sprint nya. Bener-bener puas kalo abis sprint.

Nah, akhir akhir ini(maret 2015) baru mulai menyadari kalo saya itu memiliki kaki yang flat. Saya sadar ini sejak smp sebenernya. Beberapa informasi mengenai kaki datar ini ngga saya pahami baik baik. Saya cuma pernah tau kalo kaki flat ini biasanya ngga kuat jalan jauh. Kalo bicara kuat mah, saya kuat jalan jauh, boleh dicoba hehe(sejauh-jauhnya ya jangan jauh-jauh amat haha). kaki saya yang flat ini kalo sekarang ini udah ada perubahan sedikit. lari terakhir yang terakhir saya lakukan adalah rekor lari yang saya sebutkan diatas. sekitar 10km, tanpa jalan, tapi pelan pelan kalo di persimpangan. Saya lari dengan kecepatan santai tapi stabil. setelah 3km an, mulai berasa lain di telapak kaki. Hingga di checkpoint putar balik, udah berasa sakit dan kaki seakan minta istirahat. Tapi saya paksa, tanpa jeda dengan kecepatan stabil.

bener aja, sampe rumah langsung cooling down. Buka sepatu, dan terlihat jelas ada dua garis melintang di tiap telapaknya. Garis berwarna kebiruan ini adalah urat yang berubah warna. Setelah bersih-bersih, mulai terasa nyeri di telapak. Buat ditapaki aja sakit. Nyeri ini berasa sampe sekitar jam 3an. Setelah itu berangsur hilang sampe malemnya. Oh iya, saya selesai lari itu jam 8.30. Efek lain yang ngga diduga, masing -masing tungkai berasa pegal dan nyeri. Dari pengalaman biasanya pegal di tungkai sudah tidak terasa kalau sudah cooling down. Tapi kali ini rasa itu tetap ada.

apa harus saya berhenti berlari?

Minggu, 21 April 2013

Sehari Pengemis Pangkalpinang Dapat Rp 350.000




BANGKA, KOMPAS.com - Uang yang didapatkan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka-Belitung (Babel), cukup fantastis. Dalam sehari, sedikitnya mereka dapat menghasilkan uang sebesar Rp 350.000 dari mengemis.
"Saya sempat berbicara dengan mereka, dalam sehari bisa mendapatkan uang setidaknya Rp 350.000. Alangkah enaknya mencari uang di Pangkalpinang," kata anggota Fraksi Demokrat DPRD Pangkalpinang Yahya Muhammad, Jumat (19/4/2013).
Kebanyakan dari mereka, lanjut Yahya, tidak bisa berbahasa Bangka. "Artinya, mereka bukan berasal dari Bangka-Belitung," ucap Yahya.
Yahya menyebut lokasi mangkal para gepeng tersebut seperti di Pasar Rumput, Pangkalbalam, dan beberapa pasar lain.
"Kami minta Dinas Sosial menertibkan. Tidak hanya itu, banyak juga yang meminta-minta dengan dalih untuk pembangunan masjid, yang kita tidak tahulah di mana tempatnya," tutur Yahya.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) Pangkalpinang Fitriansyah mengatakan, keberadaan gelandangan-pengemis (gepeng) kembali marak. Sampai April ini, sudah 20 gepeng yang terjaring. Menurut Fitriansyah, pihaknya sudah memulangkan sembilan gepeng.

"Sembilan orang kami pulangkan ke daerahnya. Tiga orang dirujuk ke panti rehabilitasi, dan sisanya dikembalikan ke keluarga," ujar Fitriansyah, Jumat.
Sifat warga Pangkalpinang yang mudah memberi, lanjutnya, membuat para gepeng betah. Saat petugas Dissosnaker melakukan patroli, para gepeng yang tertangkap punya tabungan Rp 5 juta dalam dua bulan.
"Kami lihat tabungannya mencapai Rp 5 juta. Dalam sehari mereka bisa menghasilkan hingga Rp 200 ribu," ucapnya.


sumber:
Sabtu, 20 April 2013 | 11:31 WIB
kompas.com

Senin, 17 September 2012

Paket Quota Internet IM3 dan Customer Service


sedikit cerita dengan Im3 dan customer service
tanggal 14 September 2012 saya melakukan registrasi paket quota internet bulanan 25rb. Dengan mengetik KUOTA 25K bermodalkan pulsa 25rb. Besoknya, saya mengisi lagi pulsa 10rb untuk keperluan sms dan telepon

paket internet pun saya nikmati dengan cakupan HSDPA sekenanya, kebetulan dirumah saya jaringan HSDPA cukup sulit.

pada tanggal 16 September 2012 tepatnya hari minggu, tiba tiba pada malam harinya saya tidak bisa sms. saya cek pulsa ternyata 0, padahal keperluan sms saya tidak mencapai 10rb per hari. Kemudian saya cek quota internet, ternyata 0 rupiah juga.

Sedikit kecewa, saya agak emosi mengetahui hal tersebut. Karena kebetulan saat itu lagi susah duit (curcol :D). Saya kira lebih baik saya hubungi customer service untuk kterangan lebih lanjut.

Pada hari senin malam tanggal 17 September 2012 saya menelpon ke 02130003000. Saya memulai percakapan dengan santai. dengan niat mencari tahu bukan melampiaskan emosi marah marah karena dikecewakan.

memulai percakapan , saya mengikuti prosedur yang diminta. Hingga saya diminta menunggu untuk dilihat semacam "riwayat" nomor saya.

Ternyata setelah ditelusuri ternyata paket yang pernah saya registrasikan tidak teregistrasi atau dengan kata lain saya belum terdaftar. Informasi yang diberikan membuat semua masuk akal. Saya diberikan saran bila akan melakukan registrasi paket sebelum masa aktif habis, lakukanlah unreg dulu baru kemudian registrasikan paket.

sebuah penyelesaian dan pemberian saran yang saya kira sangat membantu untuk ke depannya.

coba bayangkan kalau saya menelpon dengan marah marah, tapi ternyata kesalahan bukan sepenuhnya pada provider. Tapi bisa juga sih menyalahkan provider, karena informasi "unreg" sebelum daftar paket baru tidak diinformasikan secara jelas.

Beberapa hal yang harus kita pahami, yang memiliki salah bila terjadi kesalahan pada layanan komunikasi anda bukanlah customer service. Mereka hanya coba membantu pelanggan yang memiliki kesulitan dan mencoba mencari jalan keluar.

Kemudian marah marah saya kira tidak selalu baik. Tapi dalam hal ini, sebagai pelanggan kita bisa santai. Customer service pun melayani dengan santai dan helpful. Semua senang semua menang.

Kebetulan pekerjaan saya saat ini sedikit mirip dengan costomer service. hanya saja saya lebih beragam. dan kami selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk costomer, tapi kami tidak memungkiri terkadang kami juga dibuat mengelus dada. oleh customer yang mencoba mencari pelayanan terbaik.

Yang mau saya sampaikan, hargailah customer service. Marah itu perlu, tapi menghargai pekerjaan orang lain lebih baik.

Sabtu, 07 April 2012

Tomcat sudah sampe di Kebagusan, Jakarta Selatan


seekor tomcat ditemukan di dalam rumah, tepatnya di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 8 malam.

Seperti yang dikutip dari keterangan saksi
"saya lagi bikin laporan, tiba tiba ada seekor serangga yang mencurigakan di meja. Saya segera kebawah memastikan apakah itu tomcat atau bukan dengan buka internet. ternyata bener tomcat, saya amil plastik terus dimasukin ke plastik."

semoga dengan laporan ini penyebaran tomcat bisa dikendalikan. tjl.

Jumat, 03 Februari 2012

Petugas bustrasnjakarta bergaya reman bersantai dengan gaya gaharnya.

3 januari 2012 Jakarta

Memasuki sebuah bus transjakarta dari shelter Dukuh atas 2. Masuk dari pintu belakang, sudah ada beberapa penumpang wanita yang duduk dan seorang pria bertubuh besar berisi berkacamata hitam menggunakan headset. Didukung dengan potongan rambut ala mohawk memberikan kesan gahar dan kurang bersahabat. Duduk dengan asiknya ketika penumpang pria sehat lainnya mengantri memasuki bus. Mungkin bisa saya sebut macam reman ini orang, kacamata hitam dan bahasa tubuhnya memberikan kesan "hati hati orang galak" haha. Hingga di shelter Kementrian Pertanian , saya melihat garis merah dicelana panjang hitamnya. Ternyata pria berpenampialn gahar ini adalah petugas frontliner bustransjakarta.
wah, mungkin fasilitas khusus untuk petugas yang satu ini untuk mendapatkan tempat duduk sebelum penumpang yang antri lainnya masuk ke dalam bus. Sayangnya saya tidak bisa mendapatkan gambar dan saya lupa nomor bus. Yang jelas saat itu pukul 10 kurang pada 3 januari 2012

Atas nama cinta, ketertiban dilupa, malu tidak terasa

*ada foto pelaku dan pasangan, menyusul bila belum terlampirkan
Jakarta, 3 januari 2012



Mungkin jalinan diantara pasangan tersebut cukup kuat untuk melawan teguran halus dari petugas. Ibarat kata sebentang samudera tidak akan memisahkan cinta mereka, begitu pun sekedar pemisahan antrian pintu masuk. Tidak artinya dibanding samudera, tidak akan bisa memisahkan cinta yang malu pun tidak dirasa.

Selasa, 31 Januari 2012

Di Bui karena mencuri piring

SELASA, 31 JANUARI 2012 | 06:02 WIB
Mencuri Piring, Nenek Rasmiah Dihukum 4 Bulan
 "Ini sesuai dengan tutup mangkuk yang dibawa saksi Samirah." Ketua majelis yakin karena tutup mangkuk masih ada pada Samirah.  
sumber :Tempo.co

Nenek ini dipenjara karena mencuri piring??
Terbaca keterlaluan,  untuk sekedar beberapa piring nenek itu harus mendekam di bui. Pencurian memang suatu tindak kriminal yang sudah jelas perundang-undangannya. Tapi dalam kasus ini diperlukan suatu penelusuran untuk membuktikan apabila nenek Rasmiah memang benar benar mencuri piring tersebut.

Suatu penelusuran untuk beberapa piring??

sisi positifnya, penegak hukum tampak peduli untuk benda benda "kecil" seperti itu. Klasiknya, penegak hukum tidak bisa menekuk pencuri benda "besar"

Selasa, 13 Desember 2011

eeh ktp

Jakarta, 12 Desember 2011

dua hari menjelang batas akhir entry data E-KTP. Saya tiba di kelurahan Kebagusan sekitar 7.30 pagi. tidak terlihat antrian bejubel seperti tempo hari saya datangi. Berpikir positif,saya kira antrian sudah berjalan tanpa mengantri nomor antrian. Lain dengan yang saya perkirakan, tidak tampak aktivitas berarti di dalam lobby kelurahan, hanya ada warga yang tengah duduk menanti nomor urutannya dipanggil.

Sedikit berbeda, kali ini tidak ada petugas yang menunggu pendaftaran berkas untuk mendapatkan nomor antrian.

Kamis, 11 Agustus 2011

kemana melangkah?


langkah satu, pengaruhi langkah dua, pengaruhi langkah tiga, pengaruhi langkah empat, dan begitu seterusnya. Tapi langkah yang mana? langkah kemana?

Ketika ada dua jalur, kenapa harus berjalan pada satu jalur?

Kita manusia, berdoa berpikir berusaha. Harus hidup, tidak sendiri karena akan meredup. Begitu pula pada jalurnya, kita tidak bisa menunggu satu persatu sampai pada tujuan. Satu persatu menunggu antrian dijalur yang sama. Sekali lagi, karena manusia tidak bisa sendiri.

Manusia perlu sampai bersamaan, pararel jalur ganda. Dengan satu jalur, ancaman terlalu berbahaya. setiap tunggal yang melangkah, bisa mudah untuk goyah. Tatkala setiap ancaman menuju pada tunggal.

Manusia perlu banyak jalur, perlu banyak tempat melangkah agar bisa bersamaan,berdampingan. Perlu banyak jalur agar tidak terjadi antrian, efisien menuju tujuan.

Banyak jalur, ada yg lurus, ada pula sedikit menikung. Ada yang menanjak, ada yang menurun. Ada yg rata, ada yang berlubang. Ada yang lebar ada yang sempit. Ada yang panas, ada yang dingin. Ada yang rindang, ada yang gersang.

Banyak pilihan baik, banyak pilihan buruk.Ada jalan baik, ada jalan pintas.

Beragam.

Kenapa harus menunggu lama? menatap antrian , berusaha menyerobot ketika ada jalur mulus dan tidak mengantri . Toh tujuannya akhirnya pun sama. Dengan penuh persimpangan dan marka jalan.

Kenapa harus menunggu kawan tiba, ketika bisa berdampingan untuk tiba?

Rabu, 10 Agustus 2011

Ramadhan bulan merdeka yang penuh berkah

Ramadhan Bulan Merdeka yang Penuh Berkah untuk Saling Berbagi Menuju Kemenangan

Rahmat dan berkah melimpah ruah bagi umat muslim seluruh dunia pada bulan ini. Tidak terkecuali Indonesia, apalagi bila kita melihat sejarah berdirinya Negara ini.

Soekarno atau kita kenal sebagai Bapak Proklamator dan juga Presiden Pertama Republik ini. Diasingkan, ditekan, menyusun, merencanakan, membacakan seluruh rangkaian sejarah proklamasi pada bulan ini, Bulan penuh berkah bulan Ramadhan.

Tepat pada Jum'at 17 Agustus 1945 Negara ini memproklamirkan kemerdekaannya ditengah vacuum of power dari negara negara penjajahnya. Dikibarkan bendera merah putih hasil jahitan istri Sang proklamator Fatmawati yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Ciptaan Wage Rudolf Supratman , Indonesia Raja.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sekarang ini. Dimeredekakan di bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan. Saya kira bukan suatu kebetulan bila negara ini diberikan kesempatan memerdekakan diri di bulan Suci. Bahkan tanggal saat dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan negara ini punya arti yang lebih berarti lagi bila dikaitkan. Entah suatu kebetulan atau memang suatu yang telah direncanakan oleh sosok yang sangat menentukan saat itu. 17, angkat yang sama jumlahnya dengan rakaan shalat wajib bagi umat muslim dalam sehari. Selain itu, pada 17 Agustus 1945 merupakan hari jumat. Lagi lagi itu adalah waktu yang baik bagi Umat Muslim. Jumat, 17, dan ramadhan suatu hari dan bulan yang baik.

Berkah yang didapat bangsa ini tidaklah sedikit. Suatu proklamasi kemerdekaan setelah dikuasi orang asing selama ratusan tahun. Niat baik Insya Allah ditunjukkan dan diberikan jalan. Apalagi dimulai dengan cara yang baik pula, dalam hal ini pemilihan waktu yg baik.

Kamis, 04 Agustus 2011

My Google Account disabled by google

semalam 4 agustus 2011 di sekretariat Persada Futsal, saya tengah mengotak atik akun google persada futsal untuk dibuatkan blognya. Selesai urusan blognya, saya ingin menerima shared album photo yg saya share dari akun pribadi saya.


Ternyata untuk menerima shared album tersebut saya harus punya google+ karena kebetulan album yg saya shared berasal dari google+ pribadi saya. Mengikuti prosedur yang diminta google, saya pun diminta untuk membuat akun google+ plus untuk gmail persada.

Dan disinilah bencana terjadi,

Jumat, 29 Juli 2011

sedikit pengalaman dari keluarga urbanis

Di pertengahan bulan ini, (juli 2011) saya mendapatkan kabar di pagi hari yang mengharuskan untuk segera kerumah salah satu teman kuliah. Jadwal presentasi di depan panitia Olim Ui saya tangguhkan hingga urusan genting ini selesai.

Berangkat ke Curug parung, saya mendapati rumah yang saya tuju penuh dan terpasang bendera kecil berwarna kuning dari kertas di pagar rumahnya. Bahasa salah satu daerah terdengar dominan didalam rumah yang tengah berduka. Saya masuk untuk menemui teman saya juga Ibunya.

Jumat, 10 Juni 2011

Tamu Waktu Shubuh

tersentak bangun seketika saat mendengar teriakan ibunda terciinta, " ada orang!! ada orang!!" histeris ketakutan. saya dengan sekejap terbangun, berdiri dalam keadaan masih mengantuk. sekitar pukul 4 pagi, seorang berkaos hitam dan celana jeans abu abu pendeknya ada di dalam rumah saya.

Minggu, 03 April 2011

Bapak Juki si Orang Elite

"Soal beginian itu elit yang pinter-pinter. Kalau dibawa ke kampus, profesor, akademisi, baru bisa ngerti. Kalau rakyat biasa yang penting perut terisi, kalau ursan begini orang yang penting," terang Marzuki.


Sebuah kutipan ucapan ketuap DPR periode 2009-2014.Yang seharusnya memahami apa yang diinginkan rakyat dan mengerti keadaannya. Sepertinya Bapak Juki ini sudah sangat memahami rakyatnya,cukup tahu bila sebagian rakyat Indonesia hanya memikirkan perut dan tidak penting untuk ikut memikirkan masalah yang ada.


Bapak Juki ini ingin gedung "Mahal" DPR bisa segera dibangun dan rakyat bisa mengerti. Gimana bisa mengerti pak? kalau tiap anggota saja mendapat ruangan yang ekstra luas ditambah fasilitas bermainnya. Bahkan sebagian rakyat yang tidak penting saja,nonton tv tidak rutin.

Ditanya mengenai Survei persetujuan masyarakat mengenai pembangunan gedung,Bapak Juki berpendapat

"Kalau ditanya, ini jelas saya sampaikan, ya, kalau ditanya, masyarakat tanya 'perlu gedung baru atau tidak?' Seratus persen jawabnya tidak. Karena tidak dijelasin. Kalau sistem surveinya perlu gedung baru atau tidak, semua jawab tidak, karena gedung sudah ada," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Jelas jelas pekerjaan Bapak Juki ini adalah DEWAN PERWAKILAN RAKYAT,  jelas sekali kan? berarti tindakannya berdasarkan mewakilkan kehendak rakyat. Lah ini malah menolak untuk minta pendapat rakyat? Jadi Bapak Juki ini kerjanya untuk apa?

"Ini cuma orang-orang yang elite yang paham yang bisa membahas ini, rakyat biasa nggak bisa dibawa. Kalau rakyat biasa dibawa memikirkan bagamana perbaikian sistem, bagaimana perbaikan organisasi, bagaimana perbaikan infrastruktur, rakyat biasa pusing pikirannya," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
Iya,pasti banyak orang paham kalau bapak dan anggota DPR itu orang orang elite yang paham. Nah jusru karena paham, harusnya Bapak dan pasukan Elite bisa memahami yang diinginkan rakyat sesuai judul jabatannya bapak dan pasukan. Ok rakyat ngga ikutan bicara, berarti tinggal terima jadi perbaikan sistem,perbaikan organisasi,dan perbaikan infrastruktur. Maksudnya sistem,organisasi,dan infrastruktur untuk rakyat kan?? bukan sekedar untuk Bapak Juki dan Pasukan Elitenya??

"Rakyat biasa dari hari ke hari yang penting perutnya berisi, udah jalan, makan, kerja, ada rumah, ada pendidikan, selesai rakyat. Jangan diajak ngurusin yang begini. Urusan begini orang-orang pinter-pinter ajak bicara, ajak kampus-kampus bicara, kita diskusikan. Saya siap, kok, untuk didiskusikan," kata Marzuki.

Bener sekali pak Juki, kasih makan,kasih kerja,sedikan rumah, diberi pendidikan,selesai deh tugasnya. Tapi mana pak?? kerabat saya pada sekolah semua sih,tapi yang menonjol jarang. Malah adanya yang jungkir balik. Bapak Juki sih keasyikan mikirin gedung bermain baru, jadi asal kan memberikan makan,kerja,rumah dan pendidikan untuk rakyat. Sama ngasalnya dengan omongan Bapak.

Saya masih heran,ada karakter seperti bapak di pentas sandiwara bangsa ini. Jelas jelas perwakilan rakyat,mewakilkan rakyat. Pasti orangnya cerdas dan bijak, disegani dan dihormati. Apalagi ketuanya, pasukannya aja disegani dan dihormati karena cerdas dan bijak. Ketuanya pasti lebih cerdas dan bijak dari pasukannya yang sama elitenya dengan ketuanya.

Mungkin karena terlalu Cerdas dan Bijaknya,bapak Juki bisa dengan santai menyelesaikan masalah. Sehingga kadang kadang asal,bicarana pun asal.

sumbernya nih

Rabu, 15 Desember 2010

Kami Korban Etika

momen yang ditunggu itu,ketika hari jumat malam.selesai kuliah terakhir.seperti suatu beban tersimpan ke tempat yang lain,memberikan kita napas lebih banyak untuk beristirahat di jam kuliah yang sangat tidak sehat.

klasik,Dosen akuntansi yang selalu berhalangan hadir.Tiba tiba memerikan kelas tambahan,pagi hari?? isu yang selalu membuat heboh MPRSUI,dan saya cukup menikmati hha.Setelah dicari tahu ternyata kelas tambahan akuntansi untuk MPRS itu jam 12.30 siang.Di ruang yang sama,ada dr.Yuli dosen customer service yang tampak menjinjing tas kerjanya hendak keluar ruangan dan pergi.

Tanpa membuang waktu,pertanyaan saya lontarkan."mau pergi pak?","iya nih,mau pulang."."Kami mau koknsul pak" dengan tempo cepat saya tambahkan maksud dan tujuan.
"Besok aja ya dari pagi saya disini,bilang sama kelompok lain juga.Biar sekalian"demikian pernyataan dr.Yuli sebelum beliau melangkah keluar dari ruangan sekretariat d3 UI Cikini.

Saya anggap,,beliau akan ada esok hari pagi pagi untuk melayani kelompok CS yang akan konsultasi,dan tanpa pemberitahuan kepada sekretariat.saya pergi melangkah keluar menemui rekan rekan.Memikirkan strategi sendirian,tanpa mengajak kompromi.

Pagi di hari sabtu,saya susun kata kata untuk sms jarkom.Tidak lama segera saya kirimkan ke semua anggota kelompok,kecuali ke satu orang.Padahal dia lah pemain inti,pembuat skrip.Skrip yang selalu menjadi concern saya dalam tim ini.Dan lupa adalah penyebabnya.

saya mengatur pertemuan pukul sebelas depan sekretariat UI Cikini.Sayangnya,seperti pertemuan sebelumnya yang gagal,saya sedikit telat. Beberapa sms yang mencerminkan kekesalan pun muncul,hingga akhirnya saya melintas di stasiun cikini.Menoleh ke warkop tempat biasa kami nongkrong,hanya ada ryan.Tidak seperti biasanya hingga 2 orang menunggu disana.

 Memasuki kampus,parkir.Segera menuju sekretariat,tampak rekan kelompok tengah menunggu.Sebelumnya masuk sms konfirmasi keterlambatan dan ketidakhadiran hingga 1 jam.Sebenarnya sangat jelas perasaan tidak enak dan tidak tepat waktu.Ignore it,we have another plan team.


 Mereka mulai bertanya,ada ngga dr.Yuli?? hanya saya jawab"Banyak hal selain dr.Yuli".Hingga saya memeriksa ruangan sekretariat,penuh dengan orang orang berbusana hitam.formal hitam,entah itu rok atau blazer,juga celana.Yang jelas didominasi warna hitam.

Mereka itu angkata 2008,menunggu antrian yang mmebosankan hingga saatnya tegang ketika gilirannya.Praktik perkantoran,melakukan hal hal umum di perkantoran.seperti fax,photo copy dan sebagainya.

saya mencoba membuat sibuk team,mencoba menghitung waktu roleplay yang kami buat.Mencoba mempraktekan peran peran sesuai di skrip.Mengganti kata kata dengan yang baru,menuliskan gerakan gerakannya.

Berulang kali saya melihat situasi di dalam ruangan sekretariat,mencari tahu kapan mereka selesai.Kami pun menunggu di dalam ruangan untuk mempercepat waktu.sabar menunggu hingga tidak terasa sudahpukul 12.Jam 12.30 ada kelas tambahan akuntansi 3 sesi yang pastinya akan panjang.Saya dan rekan menunggu di dalam ruangan sekretariat.dr.Yuli ada diatas,kami menunggu praktik selesai.Karena tidak etis bila tiba tiba kami naik dan berbicara padanya yang tengah sibuk menilai senior yang praktik di lab .perkantoran.

Kami urungkan niat untuk naik.Sebenarnya informasi itu dengna mudah kami dapatkan bila ada staff sekretariat yang standby di bawah.Tapi tidak ada seorang pun staff yang turun ataupun muncul.Hingga akhirnya masa yang membosankan dan tanpa kejelasan itu pun selesai.Mereka yang praktik sudah selesai,moment menunggu dibawah sembari memandangi tangga juga memasang telinga,awas dengan pergerakan beberapa orang yang akan menuju kebawah menandakan praktik sudah selesai.

Anggota kelompok sudah komplit,kecuali 1 orang yang tanpa kabar. Kami naik keatas,melangkah pelan menunggu moment yang pastinya akan menyenangkan.Setelah sekian lama selalu gagal dan tanpa kejelasan.Akhirnya menemukan moment tepat.

Temanku naik duluan,saya mengikuti dibelakangnya.Dan kami naik,bertemu dengan 2 orang staff.Temanku itu bertanya,"dr.Yuli nya mana mbak?"."dr.Yuli nya ngga datang hari ini,tadi dia telepon,dia tanya perlu datang ngga.saya jawab ngga perlu,karena ngga ada permintaan konsul dari mahawiswa."

Padahal dia sendiri yang bilang akan datang hari ini,Dalam sekejap,saya pun kesal.Mulut ini tidak bisa ditutup.Rawut wajah saya pun menunjukkan kekesalan.Sangat terasa di kedua wajah kedua staff itu.Bila saya sedang kesal tingkat tinggi.

saya menuruni tangga dengan langkah penuh emosi,berbicara penuh kekesalan.Meminta maaf,masih dengan emosi yang membara.Meminta mereka hadir ke kampus lebih awal untuk sesuatu yang tidak jelas dan bahkan mengecewakan.Suatu hal yang harusnya sudah saya ketahui sejak awal,bila saja saya bertanya tanpa menghiraukan etika dan tanpa malu naik keatas mencari tahu.

ya,hari itu merupakan pelajaran berarti.Malu itu terkadang merugikan.Dan etika itu tidak selalu berjalan baik sesuai keadaan.