Film Trilogy Merah Putih garapan Yadi Sugandi dan Conor Allyn memang patut diacungi jempol. Film bergenre action ini memberikan sebuah warna kontras dalam dunia perfilman Indonesia. Belum lagi tema yang diangkat memberikan faham nasionalisme bagi penontonnya.
Belum lagi faham faham lainnya yang ditanamkan dalam film ini. Pluralisme yang ditunjukkan di film ini mempertontonkan persatuan berbagai etnis untuk mempertahankan Republik ini. Dari sisi Agama pun menampilkan kebersamaan antar pemeluk agama. Bahkan, atheis?? Bukankah negara ini berlandaskan ketuhanan yang membebaskan rakyatnya beragama, bukan tidak beragama.
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 Juni 2011
Jumat, 14 Januari 2011
Film Anakluh
Novel ini bercerita tentang ketegaran seorang ibu single parent yang rela memberikan semuanya, termasuk cintanya pada seorang pria, untuk sang anak tercinta. Kisah percintaan segitiga antara ibu, anak perempuannya, dan seorang laki-laki.
karangan Ugi Agustono
Sebuah kisah yg pastinya menarik dan sarat dengan perasaan bila kita membaca novelnya,walau sebenarnya saya sendiri belum pernah membaca novelnya.
tadi sore saya menonton film itu bersama 3 lainnya di 21 Citos 14 Januari
sebuah film yang jujur saja,membuat saya selalu tertawa dan tersenyum sepanjang film.Padahal jelas sekali ini bukanlah sebuah drama komedi.
di awal awal film,sangat terasa sekali bila film ini terburu buru.entah,mungkin mengejar novel yg cukup panjang dan agak kesulitan untuk memilih bagian cerita yg tepat. moment perkenalan Idayu dengan Nando yang saya pikir akan disajikan penih romantika,ternyata hanya sepintas dan diiringi soundtrack dari seventeen yg penyajiannya membuat kesan bila film itu bukan sebuah film layar lebar,tapi hanya sebuah film televisi.
Di awal awal film,walau saya tidak begitu paham akting.Tapi akting anak anak Idayu tidaklah terlalu baik.Emosi yg coba ditunjukkan aktris tidak terlalu tepat bahkan cenderung berlebihan.
Dalam film ini,yg seharusnya menunjukkan perjuangan seorang single parent menghidupi kedua anaknya selama 18 tahun.Penuh dengan luapan perasaan juga emosi seorang ibu kepada anaknya,juga pada kekasih barunya.
tapi emosi yg coba disampaikan sama sekali tidak saya rasakan,hanya ekspresi kecumburuan yg cukup terasa,mungkin pemerannya (sebagai mira) cukup berpengalaman untuk masalah cemburu dan disudutkan hhaa.
Sosok ibu yang kuat penuh perjuangan tidak terlalu jelas tergambarkan.
kata kata yg penuh dengan ungkapan ungkapan puitis indah,terdengar agak aneh dan tidak pas dalam film ini.Mungkin bila membaca novelnya akan terkesan sangat manis dan menggugah.
Overall,saya tidak merekomendasi film ini.setidaknya film ini menghibur,saya hampir selalu tertawa sepanjang film melihat kejanggalan dan akting yg terkesan konyol.
hanya sebuah komentar dari penonton gratisan ditengah liburan tanpa kegiatan hhaa
Selasa, 21 Juli 2009
transformers 2
butuh sedikit perjuangan unutk menonton fil ini.bioskop yang menayangkan film ini,hampir selalu penuh.
gw dapet midnight jam 12 lewat
memang,fil ini sangat memukau dengan special effectnya.ditambah dengan berbgai karakter baru.
tapi caerita dari transformers ini tidaklah terlalu memukau.ending dari film ini terlalu sederhana,seperti film anak anak."the fallen" yang idgambarkan sangat hebat,dengan mudahnya dikalahkan.
buat gw fil ini tidaklah terlalu memukau seperti yang pertama
Blogged with the Flock Browser
Sabtu, 27 Juni 2009
garuda didadaku
film yang mengangkat tema sepakbola ini sangat diminati masyarakat.terlihat dari bioskop yang menayangkan film ini selalu ramai didatangi pengunjung unutk menonton film ini.menurut gw ceritanya terlalu sederahana.tapi wajarlah,karena film ini diperuntukan juga pada anak anak.film yang ber genre semua umur ini sukses membuat gw merinding dengan meneriakan garuda
Langganan:
Postingan (Atom)
