Laman

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2019

RUU PKS, Dukung untuk Dibatalkan

Ramai mahasiswa berdemo di depan gedung DPR, menuntut beragam UU untuk dibatalkan atau pun segera si sahkah(24-25 September 2019). Salah satunya RUU PKS, RUU yang cukup lama naik daun ini banyak di tolak kalangan Islam. Saya  yang belum pernah tahu apa isinya, hanya bisa sepakat dalam hati karena memang ditolak kuat oleh beberapa kelompok.

Akhirnya saya semalam mencari tahu, dan membaca langsung seperti apa draftnya. Ini baru bisa saya lakukan karena saya baru tahu daft seperti ini bisa di akses dengan mudah oleh semua orang. Dari  permulaan saja sudah sangat meresahkan UU ini. Memang dari judul itu sangat indah. Penghapusan Kekerasan Seksual, tentu semua orang sehat pasti setuju. Tapi menjadi masalah, ketika masuk ke definisi "seksual" pada RUU ini.

Demikian kutipannya;
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina,
menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual
seseorang, dan/atau fungsi reproduksi, secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang, yang menyebabkan seseorang itu tidk
mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karena
ketimpangan relasi kuasa dan/atau relasi gender, yang berakibat atau
dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan secara fisik, psikis,
seksual, kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan/atau politik.
 Pada definisi tersebut, ada kata kata hasrat seksual seseorang. Ini dalah padanan kata yang menggambarkan hasrat seksual secara global. Atau boleh saya katakan, maksud dari kata kata ini adalah orientasi seksual. Orientasi seksual itu normalnya adalah kepada lawan jenis. Tapi jangan lupakan penyakit dunia. Ketika pada kamu homoseksual mengibarkan benderanya di American Soil. Otomatis, pandangan dunia akan tertuju kesana. Pernikahan sejenis di legalkan. Melalui undang undang ini, yang mendefinisikan orientasi seksual begitu luas. Bukan tidak mungkin, akan menjadi argumentasi kuat bagi para homoseksual. Suatu hal yang di laknat pada islam. Bahkan di azab pada jaman nabi Luth.

Maka dari itu, RUU ini harus dibatalkan. Terlalu luasnya definisi ini akan dimanfaatkan para LGBT. Terlebih bila kita baca RUU ini, terdapat poin pencegahan. Yang mana pencegahannya melalui sekolah sekolah, memasukkannya ke dalam kurikulum. Ini semacam doktrin yang ditanamkan sejak dini. Bila manusia bebas berorientasi seksual. Bahwa itu sah sah saja dan dilindungi negara. Sungguh mengerikan!

Anak anak sejak sekolah dasar akan di doktrin bila tidak ada salahnya menyukai sejenis. na'udzubillahimindzalik. Sebuah rencana matang dari kaum liberal, khususnya LGBT.

Saya selalu bertanya tanya, bagimana RUU ini bisa menjadi sebuah RUU. Siapa yang menyusunnya? kenapa bisa menjadi RUU. Bagaimana bisa ada yang mengajukan? berarti ada yang mendukung kamu mereka di dalamnya. Kenapa tidak dihentikan sebelum menjadi RUU. Sungguh pelik.



Alangkah indahnya, kata kata "hasrat seksual seseorang"dihapuskan dan diganti dengan kalimat yang sebagaimana orientasi seksual laki laki dan perempuan sewajarnya. Sesehatnya. Jangan katakan orientasi seksual itu pilihan, bahwa itu takdir. Bukan, itu adalah penyakit. harus disembuhkan. Pelakunya harus disembuhkan, dan dikembalikan seperti seharusnya. Pelaku tidak akan merasa salah, bila mereka merasa baik baik saja. Tidak, mereka tidak sehat. Mereka harus sembuh. Perilakunya yang kita sembuhkan, kita basmi. Tapi manusia tetaplah insan yang bisa khilaf. Terancuni di masa lalu. Semoga Allah subhanawataƔla melindungi kita semua.

Kamis, 03 April 2014

Jangan Lagi Sebut Cina/China, Tapi Tiongkok




Ini namanya efek kurang gaul sama presiden. Yang ternyata sudah menandatangani Keppres No.12/2014 mengenai penyebutan warga Tiongkok (sebelumnya disebut China). Dan juga mencabut keputusan yang terkait penyebutan nama Tiongkok. Yang berarti, untuk selanjutnya tidak ada lagi penyebutan dengan nama China/cina. Tapi disebut Tiong Hoa atau Tiongkok di Indonesia. Pantas saja dosen saya selalu menyebutnya Tiongkok ketika mengajar.

Baca - caca sedikit di Wikipedia, ternyata penyebutan Tiongkok ataupun Tionghoa sudah diprakarsai oleh Presiden soekarno selaku presiden pertama. Yang mana sebelumnya disebut Cina saat masa pemerintahan Jepang. Tapi ketika pergantian Presiden menjadi Presiden Soeharto, penyebutan Cina digunakan kembali. Dan ada pelarangan penggunaan nama Tionghoa ataupun Tiongkok. Karena saat itu sedang terjadi pergolakan politik. Penggunaan nama Cina/China terus berlanjut hingga Maret 2014, Setelah Presiden SBY mencabut keputusan lama tersebut.

Nama Cina/China berasal dari nama Dinasti Chin, dinasti yang pertama kali menyatukan daratan Tiongkok. Hingga pada tahun 1850, di Cina terjadi pemberontakan 'Taiping' (1850) dan Boxer (1900) yang merintis revolusi pada tahun 1913. Ini mengakibatkan sikap antipati yang besar kepadabangsa Barat, sehingga dengan meningkatnya harga diri bangsa ini, kemudian mereka menolak sebutan China dan kembali pada premordialisme kebangsaan dan menyebut negeri mereka sebagai 'Chung-Kuo' atau 'Negara Tengah'. (Di Inonesia, Chung-Kuo menjadi Tiongkok)

Berarti untuk selanjutnya tidak ada lagi penyebutan Cina/China, karena itu bisa berarti sebuah penghinaan untuk mereka. Tapi kita sebut Tionkok atau Tionghoa teman orang Indonesia sejak berabad-abad silam. Jangan ada lagi rasis, kita semua tinggal di negara yang sama dan patuh pada peraturan yang sama.

Minggu, 21 April 2013

Dua Pelajar Indonesia Raih Emas di ICYS 2013






Dua ilmuwan muda Indonesia, Mariska Grace (kiri) dan Melody Grace Natalie (Kanan) menyabet emas dalam International Conference of Young Scientist 2013 di Bali.

DENPASAR, KOMPAS.com - Dua "Ilmuwan muda" Indonesia Mariska Grace dan Melody Grace Natalie menyabet masing-masing satu medali emas dalam ajang Internasional Conference of Youth Scientist (ICYS) di Sanur, Denpasar, Sabtu (20/4/2013) malam.  Selain dua emas, Indonesia juga meraih Satu medali perak melalui M Arifin Dobson, serta dua medali perunggu oleh Avip N Yulian dan Putu Handre K Utama.

Mariska Grace yang berasal dari SMAK Cita Hati menjadi yang terbaik dalam kategori Enviromental Science dengan karya ilmiahnya berjudul a Novel Approach in Using Peanut Shells to Elliminate Content in Water. Dalam karya ilmiahnya ini, Mariska memanfaatkan kulit kacang untuk mengurangi kadar ion tembaga di dalam air.

Sementara Melody Grace Natalie, siswa Stella Duce I Yogyakarta yang bertarung dalam bidang Life Science berhasil memukau juri dalam presentasi karya ilmiahnya Potencial of Squid Eye Lenses as UV Absorber. Melody memanfaatkan mata cumi untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet.

"Saya membuat sun block yang bisa dibuat simpel oleh nelayan sehingga nelayan bisa terhindar dari kanker kulit," ujar Melody Grace menjelaskan hasil penelitiannya.

Sementara President of Local Orgaizing Comitte ICYS 2013, Monika Raharti yang sebelumnya menargetkan sapu bersih emas tetap bangga pada ilmuwan Indonesia meski hanya meraih dua emas. "Kita patut berbangga hati, persaingan tahun ini cukup berat, banyak presentasi karya ilmiah dari Negara lain yang bagus," kata Monika.

Saingan terberat dari Indonesia dalam ajang ini datang dari Polandia, German, Rusia dan sejumlah Negara Eropa Timur lainnya. Setelah Indonesia sukses menjadi tuan rumah tahun ini, rencananya ICYS 2014, tahun depan akan diselenggarakan di Ukraina.
Editor :
Glori K. Wadrianto
sumber
Semoga ilmuwan ilmuwan muda ini, ngga cuma jadi mantan ilmuwan muda. dan terus berkarya untuk indonesia. Jangan sampe berbangga hati membangun negeri orang