Laman

Kamis, 18 Juni 2026

Ajak Bocah Main Bola, Richeese, Belalang

Selasa, 16 Juni 2026



Bukan kali pertama anak anak ikut saya main bola. Terakhir mereka ikut saat main di STR minisoccer bersama RSPM. Kalo ini saya main di Dom's minisoccer. Main jam enam pagi, demi datang awal dan tenang seharusnya jalan jam5. Tapi karena sebelumnya saya dinas siang, saya tidak terlalu ngoyo semampunya saja karena cukup tidur itu penting. Anak-anak hampir saya tinggal karena tampak belum bangun. Keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan yg belum tuntas, ternyata mereka sudah siap lengkap dengan jaketnya masing-masing. Yah, ayo berangkat! Molor jadi jam 5.40.

Langit mulai sedikit menampakkan cahaya, sedikit perasaan risau karena kepastian akan telat menyelimuti. Tapi saya ubah mindset, jadikan trip kali ini sebagai quality time bersama anak anak. Menyusui jalan Yasmin raya hingga keliar perumahan. Menyeberangi jalan ,belok kanan kearah jalan baru. Diawal perjalan yg penuh keseruan, saya melewati pom bensin yasmin. Saya lupa ada pom bensin ada disana, terlanjur menargetkan ke pom bensin di jalan baru. Sedikit rasa sesal, karena cukup yakin di pom bensin jalan baru pasti ramai. Apalagi melihat tadi di pom bensin Yasmin cuma beberapa motor. 

Dan benar saja, antrian panjang sekali lebih dari 10 motor. Bila tadi putar balik ke pom bensin yg terlewat sebelum terlalu jauh pasti lebih baik . Selama ini saya berasumsi satu motor itu sekitar 30 detik. Pagi tadi saya iseng menghitung angka pasti . Ternyata tiap motor itu satu menit. Antrian yg sudah ada belasan motor, berarti belasan menit untuk mengantri. Saya menghelas nafas, ya sudahlah inikan quality time. Menjelang giliran kami untuk dilayani, Utsman mau pup. Sebuah anomali! Biasanya anak ini siang atau sore. Dia sudah tau dimana toilet, tapi ragu karena tidak pegang uang. Udah langsung aja nanti Abi bayar. Dia melangkah,, tapi terhenti dan melangkah balik karena ragu. "Udah buruan!" Dengan nada menyuruh dan sedikit keras, karena saya melihat gelagatnya yg tampak sudah perlu segera ke toilet. Selesai mengisi bensin, saya parkir kan motor dan ke toilet. Kami bertiga jadinya ke toilet semua. Ada perasaan yg masih tertinggal di pencernaan. Ah tapi belum terlalu perlu, nanti saja. 

Perjalana kami lanjutkan, jalan baru yg lenggang karena hari ini tanggal merah tahun baru Islam memberikan kesempatan pada kami memacu kendaraan cepat dan stabil. Menggunakan Supra 2010 kesayangan memang bisa lebih bertenaga dibanding Vario 2009 saya yang sudah sangat boros tanpa tenaga itu. Melaju menuju lampu merah fly over, kemudian ambil kanan ke raya Bogor . Pagi tadi Supra ini terasa lega, seperti bukan di motor. Karena kedua anak saya dengan riang gembira mengobrol dan mengomentari sesuatu yg dilihatnya. Di perjalanan kami melintasi pom bensin pertama, beruntung kamu tetap bertahan di pom bensin tadi. Karena pom bensin selanjutnya ekstrim, antriannya pilihan motor hingga keluar jalan . Entah memang selalu ramai seperti itu atau ada efek Pertamax 16 ribu. 

Akhirnya sampai sekitar jam6.20-an setelah perjalanan lancar yg menyenangkan. Sampai lokasi saya sempatkan menuntaskan yg perlu dituntaskan sembari menunggu gim pertama selesai.  Sejenak duduk di pinggir lapangan untuk bersiap-siap. Gim pertama sudah selesai , saya diharapkan segera siap dan ikut main.

Bermain di Dom's yang merupakan lapangan tanggung, memang agak unik. Bermain 9 lawan 9 berakibat pada formasi yg kurang baku. Natural saya bermain bertahan di awal awal sambil melihat situasi. Bertandem dengan pemain yg pertama kali saya lihat, pemain bertahan dengan longpas yang baik. Pertandingan didominasi tim kami di awal pertandingan. Memimpin gol kami main makin menyerang. Pemain mulai bergerak terdorong kemana natural mereka biasa bermain. Berjalan pertandingan kami mulai di serang terus. Terasa tidak ada lini tengah yg menyambungkan garis belakang dengan fron penyerang. Benar saja, tengah kami kosong. Beberapa serangan berhasil menembus pertahanan kami, beruntung kiper kami menjaga gawang dengan hebat.

Di gim selanjutnya kami menghadapi tim hitam. Menunjukkan permainan yg dominan menyerang, tim yg berisikan anak muda ini menggempur kami habis. Dua gol tanpa kami bisa berlaku apa apa. Lagi lagi tim kami tampak lemah di tengah. Akhirnya saya memutuskan untuk naik dan memainkan peran penghancur. Kemana bola datang akan saya datangi dan ganggu. Ternyata berhasil, tim kami jadi hidup karena tim hitam tidak lagi punya waktu luang untuk membangun serangan mereka.  Formasi solid mereka mulai goyah, penyerang andalan pun sampai turun jemput bola ke kotak sendiri. Sayangnya kami tidak bisa membalas hingga pertandingan usai. Bila saja ada waktu lebih, mungkin akan lebih menarik karena tim kami mulai bisa menyerang walau masih sporadis.



Anak anak menikmati waktu dengan cara mereka masing-masing. Umar dengan jiwa ke-abang-annya bermain dengan anak balita yg juga ikut ayahnya. Dia juga ikut bermain passing bola di pinggir lapangan. Sedangkan Utsman yg selalu berekspektasi untuk mencari belalang ketika ikut main bola lebih banyak ada di semak semak mencari belalang. Di Lapangan Kalimulya beberapa kali menjadi kebahagiaan anak ini mencari belalang. Tidak heran ketika sampai di lapangan tadi, dia cukup riang karena ada semak semak rerumputan di sekitar lapangan ini.

Gim selanjutnya jumlah pemain digemukkan menjadi 10. Ada tambahan pemain yg bisa menghidupkan serangan. Di pertandingan ini baru saya sadari bila striker kami seorang striker tajam yg berbahaya. Dengan assist yg mumpuni, mampu di konversi menjadi gol dengan baik.

Sesuai bermain, kami santai sejenak. Menarik nafas setelah lelah bermain. Saya dan Umar berdiskusi mau makan dimana. Setiap kali menemani bermain bola  kami selalu makan makan. Setelah negosiasi, Umar mengingatkan kembali bila Minggu lalu saya janji membelikan minuman pink di Richeese. Namun Minggu lalu seusai nonton do bioskop kami makan di gimana. Jadi kali ini dia menagih janji tersebut.

Setelah saya  mandi , kami berangkat. Perjalanan santai saya arahkan ke Richeese dekat persimpangan yg mengarah ke Bojonggede. Berjalan santai melalui jalan khusus motor tembusan untuk mempersingkat waktu. Jalan di Kalimulya pondok Rajeg ini memang cukup menyenangkan di hari libur. Tidak banyak kendaraan, jalan relatif bagus, ditambah jalan berkelok yang memberikan kesenangan.

Sampai di Richeese yg tampak kosong. Cuma ada dua orang yg sedang menunggu bulk order take away. Sesekali datang food delivery untuk pick up. Di ruang makan yg makin lama makin terasa dingin itu kami menikmati menu paket bertiga. Tambah nasi dua tambah minum. Karena Umar belum kenyang. Anak satu ini kalau makan pilih pilih. Tapi akan makan banyak bila dia suka menunya. Ayam lima potong, nasi tiga, minum tiga, saus keju dua. Saya menambahkan sayap pedas dan saus pedas lagi. Makan enak, puas ditambah dapet oleh oleh beberapa sachet saus yg tidak kami gunakan. 



Utsman tidak menyia-nyiakan kesempatan. Melihat ada rerumputan di area parkir, dia mencari belalang dan menambah tangkapan belakangnya sejak dari lapangan tadi. Dua botol bekas berisikan belakang dengan potongan rumput kami bawa pulang. Kami yg kedinginan memilih menunggu makanan turun di parkiran, sambil menunggu Utsman selesai dengan tangkapannya. Kami bergegas berangkat melihat antrian kendaraan yg bergerak di persimpangan. Memanfaatkan momentum kami tidak perlu menunggu lampu berganti karena berhasil masuk jalan di saat lampu masih hijau. Melalui jalan Karadenan saya memilih melalui pomad untuk sekedar jalan jalan. Daerah militer yg rapih berikut maskot patung mereka yang bisa kami komentari menghiasi perjalanan pulang. 


Sesampainya dirumah saya istirahat rebahan, anak anak mandi . Perjalanan singkat yang menyenangkan penuh kualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar